Selasa, 14 Juli 2015

Do you know about "Seni dengan Travelling" ?






“My home is in Heaven. I’m just traveling through this world.” – Billy Graham
Traveling berasal dari kata "travelyang artinya kira-kira berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Lha kalo gue sekarang pindah kerja dari Jakarta ke Balikpapan 


Apakah bisa disebutnya traveling? Kalo itu namanya transmigrasi hehehe…
Mungkin banyak yang setuju kalo arti traveling itu adalah jalan-jalan. Ya nggak? Jalan-jalan, rekreasi, piknik, mlaku-mlaku, plesir, berwisata, nge-trip, atau entah apalagi istilah lainnya yang penting keluar rumah menuju tempat tujuan dalam jangka waktu yang telah ditentukan (biasanya tidak terlalu lama) dengan tujuan bersenang-senang.
Kalo bagi gue, traveling itu adalah seni (art). Pertama,traveling bertujuan pada suatu keindahan dan kenikmatan. Di tempat tujuan traveling, gue menginginkan suatu pemandangan yang indah, budaya yang unik, makanan yang lezat, penduduk lokal dan turis yang cakep-cakep, atraksi yang spektakuler, dan berbagai macam bentuk kepuasan lainnya.
Kedua, sama seperti proses pembuatan karya seni lainnya, traveling seringkali membutuhkan proses persiapan yang panjang dan tidak mudah. Perjuangan begadang semalaman bersaing dengan traveler lainnya berebut tiket promo dari suatu maskapai, yang kalo berhasil seperti minum es di padang pasir, tapi kalo gagal rasanya dunia mau kiamat. Apalagi kalo sudah dapet tiket murah, pas di klik next.. buzzz… error disuruh mengulang lagi yang belum tentu dapet tiket murah kayak sebelumnya, dongkol rasanya pengen banting mouse (kalo banting laptop sayang). Perjuangan berikutnya adalah membuat itinerary, dari membuat jadwal jalan-jalan, browsing penginapan paling murah, nyari info transportasi menuju tujuan, sampe biaya yang mesti dikeluarkan. Perjuangan belum berakhir, ini yang paling berat, yaitu CUTI!! Yup, gimana kalo cuti gak di-approve? Bisa-bisa melayang tuh impian ke surga dunia. Mulai deh keluar “jiwa penjilatnya”, bekerja sungguh-sungguh, baik-baikin bos, kalo perlu bos bilang “mukamu jelek” aja kita harus terima dengan senyum tulus supaya ijin cuti dikeluarkan. Perjuangan yang tak kalah serunya adalah packing barang bawaan. Semua barang buattraveling sudah disiapkan, pas giliran masuk tas… nggak muat… waduh!!! Dengan berat hati mempereteli satu persatu barang kesayangan yang kurang masuk prioritas untuk dibawa jalan-jalan.
Hehehe Udah ngerti sekarang apa itu seni dengan travelling okedeh.. Sampai jumpa d post selanjutnya ;)
Sumber : berbagai sumber website travelling